loading...
Earphone kabel kembali jadi fashion statement, tapi yang menarik adalah revolusi diam-diam di pasar IEM dari China. Foto: Vogue
JAKARTA - Awal 2026 ini ada fenomena menarik. Selebriti A-list global tiba-tiba beralih dari earphone nirkabel ke earphone kabel.
Bella Hadid, Zendaya, Drake, Lily-Rose Depp, Harry Styles. Bahkan pemain NBA seperti Steph Curry dan Anthony Edwards.
Bukan kebetulan. Ada pasar yang diam-diam menikmati momentum ini.
Pasar earphone dan headphone global bernilai USD 63,59 miliar di 2025. Proyeksi 2035: USD 148,76 miliar. CAGR 8,87%.
Asia Pacific jadi pasar terbesar sekaligus tercepat pertumbuhannya. Kontribusi 32,20% dari total revenue global. CAGR khusus regional: 9,88%.
Data Circana menunjukkan: penjualan earphone kabel global naik 20% di 2025. Bukan angka kecil untuk produk yang sempat dianggap "mati".
Tren Gen Z dan Y2K Aesthetic
Apa yang membuat Gen Z kembali ke kabel? Bukan teknologi. Tapi estetika.
Shelby Hull, pendiri akun Instagram "Wired It Girls", mengamati: "Dia (Bella Hadid) sangat kaya. Tentu bisa membeli AirPods, tapi dia selalu memakai earphone kabel,”.
Bella Hadid konsisten pakai earphone kabel sejak bertahun-tahun lalu.
Earphone kabel Apple di situs resminya: USD 25 atau sekitar Rp445.000. AirPods termurah: USD 159 atau sekitar Rp2,8 juta. AirPods Max: USD 669 atau sekitar Rp11,9 juta.
Kabel menjadi simbol "saya tidak peduli ikut tren teknologi mahal". Aksesori fashion sekaligus pernyataan identitas. Kembalinya estetika 1990an-2000an.
Pemain NBA juga ikut. Caleb Williams, quarterback Chicago Bears, selalu meminum matcha dan earphone kabel sebelum bertanding.
Marcus Smart dari Lakers bilang: "Bluetooth itu kadang nyambung, kadang tidak. Kadang jatuh, kadang putus, kadang habis baterai, kadang lupa di-charge."
















































