Berbasis Kearifan Lokal, Sistem Pembinaan di Lapas Bali Dipuji Dunia

1 week ago 13

loading...

Delegasi dari berbagai negara memuji praktik pembinaan narapidana berbasis kearifan lokal di Indonesia saat mengunjungi Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli dan Griya Abhipraya Dharma Laksana milik Bapas Kelas II Karangasem, Bali. Foto/istimewa

JAKARTA - Delegasi dari berbagai negara memuji praktik pembinaan narapidana berbasis kearifan lokal di Indonesia saat mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli dan Griya Abhipraya Dharma Laksana milik Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Karangasem. Kunjungan tersebut terkait perhelatan The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 pada Jumat, 17 April 2026.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Para peserta diajak melihat langsung implementasi sistem pembinaan dan pembimbingan, mulai dari pelatihan keterampilan, layanan kesehatan, hingga proses reintegrasi sosial yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan karya Warga Binaan yang menunjukkan kreativitas dan hasil pembinaan. Delegasi kemudian meninjau berbagai fasilitas di Lapas Narkotika Bangli, termasuk Sarana Asimilasi dan Edukasi, layanan kesehatan, serta unit kegiatan kerja produktif yang menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian.

Baca juga: Kemenimipas Siapkan 968 Tempat untuk Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial

Kunjungan dilanjutkan ke Griya Abhipraya Dharma Laksana di Karangasem. Di lokasi ini, para Klien Pemasyarakatan mendapatkan pembimbingan melalui pendekatan yang menggabungkan pelatihan vokasional dengan nilai-nilai budaya lokal, bekerja sama dengan Yayasan Pesraman Guru Kula.

Read Entire Article
Prestasi | | | |