loading...
Siswa 14 tahun pelaku penembakan massal di sekolah Debsirin Nonthaburi, Thailand, diketahui kerap menonton konten kekerasan di media sosial. Foto/Poh Teck Tung Foundation/via Bangkok Post
BANGKOK - Bocah 14 tahun yang melakukan penembakan massal di sekolah elite di Thailand pada Jumat pekan lalu diketahui kerap menonton konten kekerasan di media sosial. Total delapan orang tewas, termasuk pelaku, dalam penembakan tersebut.
Tragedi tersebut terjadi di sekolah Debsirin Nonthaburi, sebuah lembaga pendidikan elite yang melahirkan banyak tokoh penting di Thailand—termasuk perdana menteri dan raja. Pelaku merupakan siswa di sekolah tersebut.
Baca Juga: Horor! Siswa Umbar Tembakan di Sekolah Elite, 7 Orang Tewas, 15 Luka
Jumlah korban tewas awalnya tujuh orang, namun bertambah satu lagi pada hari Minggu setelah seorang siswa yang terluka parah mengembuskan napas terakhirnya.
Polisi yang menyelidiki serangan tersebut menyatakan bahwa pelaku telah menunjukkan ketertarikan pada senjata api jauh sebelum peristiwa penembakan terjadi.
"Berdasarkan keterangan saksi, pelaku sudah mulai menunjukkan minat untuk mempelajari penggunaan senjata api sejak beberapa waktu lalu, sekitar satu hingga dua tahun," ujar Atthapol Anusit, wakil komisaris kepolisian wilayah setempat.
Polisi menyebutkan bahwa pelaku juga kerap menonton konten kekerasan secara daring. "Setelah memeriksa komputer pribadinya, ditemukan bahwa anak tersebut pernah menonton konten media sosial yang memuat unsur kekerasan," kata Atthapol.
Pihak penyidik menyatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan remaja tersebut pernah berlatih menembak.


















































