loading...
Sedan listrik ultra-mewah Yangwang U7 dipastikan menjadi kendaraan pertama yang menggendong teknologi BYD Blade Battery 2.0 dengan daya jelajah menembus 1.006 kilometer (625 mil) dalam kondisi pengujian CLTC. Foto: BYD Indonesia
JAKARTA - Biasanya, ketakutan terbesar saat memiliki mobil listrik murni adalah risiko mogok di tengah jalan karena kehabisan baterai. Namun, memasuki bulan Maret 2026 ini, kekhawatiran itu resmi menjadi mitos usang berkat gebrakan teknologi terbaru dari pabrikan otomotif raksasa asal China, BYD.
Tren pasar kendaraan listrik (EV) global pada 2026 menunjukkan persaingan yang sangat berdarah.
BYD memang telah resmi mengklaim mahkota sebagai pemimpin penjualan EV global untuk pertama kalinya setelah berhasil menyalip Tesla pada tahun lalu.
Namun, hukum bisnis berbicara: pertumbuhan penjualan BYD di China justru mulai melambat selama beberapa bulan terakhir akibat banjirnya produk EV domestik baru yang memukul pasar.
Untuk merebut kembali momentum kemenangannya, BYD tidak sekadar berpangku tangan. Mereka tengah meracik baterai baru, fitur berkendara pintar, hingga sistem pengisian daya yang diklaim sama cepatnya dengan mengisi bahan bakar di pom bensin konvensional.
Senjata rahasia ini diungkap dalam acara "Disruptive Technology" pada 5 Maret, di mana publik akan melihat untuk pertama kalinya proyek dan kendaraan terbaru yang akan diluncurkan BYD dalam beberapa bulan ke depan.
Bintang utamanya adalah kehadiran Blade Battery 2.0 yang sangat dinantikan. Melalui media sosial, merek mewah milik BYD mengonfirmasi bahwa sedan ultra-mewah mereka, Yangwang U7, akan menjadi mobil pertama yang disuntikkan baterai Blade generasi kedua ini.
Zheng Yu, Product Director BYD Yangwang, menyatakan bahwa baterai baru ini mampu mencapai "jarak tempuh listrik murni ultra-panjang sejauh 1.006 km" (625 mil) di bawah kondisi pengujian CLTC.


















































