loading...
China revisi jumlah korban tewas dalam tragedi ledakan tambang batu bara di Shanxi. Dari awalnya 90 orang tewas menjadi 82 orang. Foto/via Global Times
BEIJING - Pemerintah China telah merevisi jumlah korban tewas dalam tragedi ledakan tambang batu bara di Liushenyu, Shanxi, dari awalnya 90 menjadi 82 orang. Ledakan pada Jumat malam tersebut tercatat sebagai tragedi tambang terburuk dalam 17 tahun terakhir di negara tersebut.
Meski telah direvisi, insiden ini tetap menjadi kecelakaan pertambangan paling mematikan di China sejak 2009, ketika ledakan gas di Tambang Xinxing di provinsi Heilongjiang menewaskan 108 orang.
Baca Juga: Tambang Batu Bara Meledak di China, 90 Orang Tewas
Pejabat setempat mengatakan dalam konferensi pers bahwa jumlah korban tewas awal dari media pemerintah telah dihitung secara keliru.
“Setelah kejadian itu, lokasi kejadian kacau, penghitungan jumlah pekerja oleh perusahaan tidak jelas, yang menyebabkan angka awal tidak akurat,” kata Guo Xiaofang, kepala Qinyuan County, Shanxi, tempat tambang itu berada.
Ada 247 pekerja yang bertugas di bawah tanah pada saat ledakan terjadi.


















































