Cuaca Indonesia Tahun 2026 Lebih Kering, Potensi Karhutla Tinggi

14 hours ago 9

loading...

BMKG mengingatkan potensi kondisi cuaca yang lebih kering pada 2026. Dengan kondisi tersebut, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto/Dok SindoNews

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengingatkan potensi kondisi cuaca yang lebih kering pada 2026. Dengan kondisi tersebut, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ).

Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat menghadiri Apel Nasional Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin. Apel nasional ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mengantisipasi serta menanggulangi potensi Karhutla, khususnya di wilayah rawan seperti Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Indonesia.

Baca Juga: Pencegahan Karhutla Berdampak Positif Pada Produk Pertanian

Dalam paparannya, Faisal menjelaskan bahwa pada 2025 kondisi cuaca di Indonesia dipengaruhi fenomena La Nina lemah pada awal dan akhir tahun sehingga kondisi relatif lebih basah. Namun, pada 2026, tepatnya mulai April, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole diprediksi berada pada fase netral, tidak terjadi La Nina maupun El Nino.

Kondisi netral tersebut mengindikasikan curah hujan yang cenderung lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan sedikit di bawah rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir.

Read Entire Article
Prestasi | | | |