Denny JA Nilai Prabowo Sedang Bangun Fondasi Indonesia Baru

2 weeks ago 28

loading...

Pengamat Politik dan Pendiri LSI Denny JA menilai pidato Presiden Prabowo Subianto merupakan deklarasi arah baru ekonomi Indonesia. Foto/istimewa

JAKARTA - Pengamat Politik dan Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menilai pidato Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026 di DPR bukan sekadar pidato ekonomi tahunan, melainkan deklarasi arah baru ekonomi Indonesia. Inti pidato Prabowo sangat jelas, Indonesia bukan negara miskin karena kekurangan sumber daya alam, melainkan karena kekayaan nasional terlalu lama bocor ke luar negeri.

Pandangan itu disampaikan Denny JA dalam esainya yang dipublikasikan di Facebook Denny JA’s World dan kemudian beredar luas di berbagai grup WhatsApp.

“Ini paradoks terbesar Indonesia: negeri kaya, tetapi banyak rakyatnya belum menikmati kekayaan itu secara adil,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Pidato Presiden Pertegas Arsitektur Ekonomi dan Arah Ideologi Pembangunan

Denny JA mengibaratkan Indonesia sebagai rumah besar beratap emas, tetapi lantainya bocor di banyak sudut. Denny JA menilai Prabowo tengah membawa Indonesia menuju model ekonomi nasionalistik yang berpijak pada Pasal 33 UUD 1945.

Dalam model tersebut, negara kembali mengambil peran sebagai pengarah utama sektor-sektor strategis ekonomi. “Ini bukan sosialisme klasik, tetapi jalan tengah. Pasar tetap hidup, namun negara hadir untuk menjaga agar kekayaan nasional tidak terus bocor,” tulisnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |