Dianggap Berbahaya, Jepang Pantau Ketat Penggunaan AI Suara

7 hours ago 11

loading...

Jepang Pantau Ketat Penggunaan AI Suara. Foto/ The verge

LONDON - Jepang merekomendasikan perlindungan 'hak suara' para selebriti dari AI, dan menyarankan bahwa tindakan meniru suara untuk distribusi dan keuntungan dapat dituntut secara hukum.

Pada tanggal 7-8 Agustus, Kementerian Kehakiman Jepang merilis serangkaian rekomendasi yang bertujuan untuk melindungi "hak suara" para selebriti dan pengisi suara dari risiko peniruan oleh kecerdasan buatan (AI), di tengah meningkatnya prevalensi video dan konten deepfake di platform online.

Menurut rekomendasi tersebut, suara para selebriti dan pengisi suara dianggap sebagai bagian dari identitas pribadi mereka, termasuk dalam lingkup hak mereka untuk menampilkan citra dan identitas mereka di depan umum.

Penggunaan AI untuk membuat video atau konten dengan suara serupa lalu mempostingnya di media sosial untuk mendapatkan keuntungan dapat dianggap sebagai pelanggaran hak ini.

Kementerian Kehakiman Jepang mengeluarkan rekomendasi tersebut setelah sejumlah pengisi suara di negara itu berulang kali meminta pemerintah untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah AI meniru suara mereka secara bebas.

Read Entire Article
Prestasi | | | |