Ghalibaf Ejek Diplomasi Sandiwara AS Terkait Perang Iran

3 weeks ago 29

loading...

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Foto/sputnik

TEHERAN - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengecam pola ancaman, ingkar janji, dan klaim mendadak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai negosiasi. Kecaman itu muncul seiring proses negosiasi yang sulit antara AS dan Iran.

"'Serangan besar akan datang... tunggu, lupakan saja, mereka ingin bernegosiasi.' Itu adalah diplomasi sandiwara yang terus berulang," tulis Ghalibaf di platform X.

Ia menyatakan penggunaan "tindakan intimidasi, ingkar janji, dan berita palsu sebagai alat tawar" merupakan strategi yang gagal.

"Akui fakta yang ada dan penuhi komitmen Anda. Kami tidak butuh sandiwara lagi," tegas Ghalibaf.

Iran tidak terkesan dengan aksi Trump yang setiap hari melontarkan ancaman, menarik diri, dan mengklaim terobosan diplomatik palsu.

Sementara itu, data pelayaran menunjukkan lalu lintas kapal yang melewati Selat Hormuz turun menjadi 33 kapal antara hari Senin dan Kamis, turun dari 50 kapal pada pekan sebelumnya, demikian dilaporkan Reuters.

Mengutip data dari perusahaan pelacak kapal Kpler, Reuters menyebutkan hanya empat kapal yang melintasi selat tersebut pada hari Kamis, termasuk kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) Nissos Kea, yang mengangkut sekitar dua juta barel minyak mentah Basrah yang dimuat di Irak.

Read Entire Article
Prestasi | | | |