Hampir 15.000 Jemaah Umrah Dipulangkan, Pemerintah Pastikan Tak Ada yang Terabaikan

1 week ago 20

loading...

Ribuan jemaah umrah asal Indonesia terus memadati Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi guna menanti kepulangan ke Tanah Air. Foto/Ist

JEDDAH - Ribuan jemaah umrah asal Indonesia terus memadati Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi guna menanti kepulangan ke Tanah Air. Di tengah padatnya arus pergerakan manusia ini, kehadiran negara menjadi krusial untuk memastikan keselamatan dan kelancaran tiap warganya.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkolaborasi dengan Tim Fungsi Konsuler KJRI Jeddah pun bersiaga penuh mengawal proses tersebut di lapangan. Pengawasan ketat berskala masif ini membuahkan hasil positif yang terekam dalam data otoritas terkait.

Baca juga: Sikapi Perang AS-Israel dengan Iran, Kemenhaj Siapkan Skenario Haji 2026

Sejak akhir Februari hingga 5 Maret 2026, tercatat 14.796 jemaah umrah telah sukses dipulangkan dengan aman. Khusus pada awal pekan ini saja, sebanyak 2.735 jemaah mendapatkan pendampingan langsung dari petugas hingga mereka masuk ke dalam kabin pesawat.

Namun, dinamika penerbangan internasional tak selalu berjalan mulus tanpa hambatan. Tercatat ada 158 jemaah umrah Indonesia yang terpaksa tertahan di kawasan Jeddah dan Makkah akibat penundaan jadwal terbang dari pihak maskapai.

Merespons hal ini, pemerintah tidak tinggal diam dan langsung menginstruksikan pendampingan melekat. Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, memastikan seluruh jemaah yang tertunda tetap mendapat pelayanan prima.

Read Entire Article
Prestasi | | | |