Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, APBN 2026 Indonesia Terancam Jebol

6 hours ago 7

loading...

Kenaikan harga minyak ini menjadi ancaman serius bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Lonjakan harga minyak dunia kembali mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah jenis Brent Crude Oil dilaporkan telah menembus USD100 per barel, level psikologis yang selama ini dianggap sebagai batas bahaya bagi banyak negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Kenaikan harga minyak ini menjadi ancaman serius bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Pasalnya, pemerintah dalam asumsi makro APBN hanya menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) di kisaran USD70 per barel. Artinya, ada selisih sekitar USD30 per barel dari asumsi pemerintah dengan harga pasar saat ini.

Ancaman Bengkaknya Subsidi Energi

Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak, lonjakan harga minyak global hampir pasti akan meningkatkan beban subsidi energi pemerintah. Setiap kenaikan harga minyak di atas asumsi APBN dapat langsung menambah tekanan terhadap belanja negara.

Baca Juga: Harga Minyak Mendidih, Ekonom Prediksi APBN Bisa Jebol Rp149,6 Triliun

Read Entire Article
Prestasi | | | |