Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Kemenhut Komitmen Konservasi Mangrove

7 hours ago 13

loading...

Menhut Raja Juli Antoni (keempat dari kiri) menghadiri memperingati Hari Lahan Basah Sedunia 2026 di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (6/2/2026). Foto/Dok. SindoNews

TARAKAN - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ikut memperingati Hari Lahan Basah Sedunia 2026 di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (6/2/2026). Dalam perayaan tersebut, Menhut turut menyaksikan penandatanganan komitmen kolaboratif untuk pengelolaan dan rehabilitasi mangrove berkelanjutan di Kalimantan Utara.

Hadir dalam acara itu Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang, perwakilan dari instansi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, organisasi internasional, dan sektor swasta. Peringatan nasional tahun ini dipusatkan di Kalimantan Utara sebagai pengakuan peran penting provinsi ini sebagai penjaga ekosistem lahan basah Indonesia yang luas. Baca juga: Hadapi Perubahan Iklim, Menhut Apresiasi Komitmen Gubernur Dalam Menjaga Hutan

Kalimantan Utara merupakan rumah bagi 326,396 ha hutan mangrove dan 347,451 ha lahan gambut, ekosistem lahan basah vital yang berfungsi sebagai penyerap karbon, habitat keanekaragaman hayati, dan penyangga alami terhadap erosi pantai dan cuaca ekstrem. Lahan basah provinsi ini juga berperan penting bagi mata pencaharian masyarakat lokal dan ketahanan pangan, maupun untuk mencapai komitmen iklim nasional Indonesia dan tujuan lingkungan global.

“Saya berharap lahan basah ini tidak hanya tempat atau tanah yang basah, tetapi mengandung biodiversitas yang sangat tinggi sekali, sumber ekonomi yang sangat baik sekali. Sekaligus menjadi sumber untuk penyerapan karbon yang sangat tinggi sekali,” kata Menhut.

Kunjungan Menhut juga meliputi penandatanganan deklarasi multi-pihak yang berkomitmen pada aksi terkoordinasi untuk konservasi dan rehabilitasi mangrove di seluruh Kalimantan Utara. Para pihak yang terlibat antara lain Kementerian Kehutanan, Pemprov Kalimantan Utara, mitra pembangunan dari Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Program Forest Programme VI,Program NASCLIM yang diwakili Global Green Growth Institute (GGGI), PT Pertamina FP Tarakan Field, dan PT Mustika Minanusa Aurora Tbk.

Read Entire Article
Prestasi | | | |