IHSG Ambrol 2,75% ke 6.144, Terburuk di Emerging Market Asia

3 weeks ago 33

loading...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada perdagangan Kamis (21/5/2026) siang. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 2,75% ke level 6.144 pada perdagangan Kamis (21/5/2026) siang. Pelemahan tajam ini menjadikan kinerja pasar saham Indonesia sebagai yang terburuk di antara bursa emerging market Asia Pasifik.

IHSG sempat dibuka menguat di level 6.366 pada awal perdagangan, bahkan menyentuh posisi tertinggi di 6.373. Namun, tekanan jual yang meningkat sepanjang sesi membuat indeks terus merosot hingga sempat menyentuh level terendah di 6.134 sebelum ditutup di zona merah.

Baca Juga: Sempat Dibuka Hijau, IHSG Kembali Longsor 1,69% ke 6.212

Aktivitas perdagangan tercatat tinggi dengan volume mencapai 18,8 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp9,7 triliun. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,2 juta kali mencerminkan tingginya aksi jual di pasar. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 633 emiten mengalami penurunan, hanya 126 saham yang menguat, sementara 200 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp10,6 triliun.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan signifikan, antara lain Satria Mega Kencana (SOTS) yang melonjak 25%, diikuti Kobexindo Tractors (KOBX) naik 16,67%, serta Alakasa Industrindo (ALKA) menguat 14,81%.

Read Entire Article
Prestasi | | | |