loading...
Juliet Lamont, aktivis Global Sumud Flotilla asal Australia yang mengalami pelecehan seksual oleh pasukan Israel. Foto/Roya News
MELBOURNE - Juliet Lamont nama aktivis perempuan asal Australia ini. Dia adalah salah satu aktivis yang mengalami pelecehan seksual oleh pasukan Israel ketika diculik dari kapalnya yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF).
Lamont, yang juga dikenal sebagai pembuat film, mengatakan bahwa dia dipukuli dan dilecehkan secara seksual oleh lima pria saat ditahan di atas kapal Israel yang dia gambarkan sebagai "kapal penjara".
Baca Juga: Prancis Larang Masuk Menteri Israel Ben-Gvir, Imbas Video Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotilla
Lamont menyampaikan pernyataan tersebut saat tiba di Bandara Istanbul pekan lalu, masih mengenakan pakaian olahraga abu-abu yang dikeluarkan oleh Dinas Penjara Israel.
Lamont termasuk di antara sekitar 428 aktivis dari lebih dari 40 negara yang berpartisipasi dalam GSF, sebuah misi kemanusiaan yang bertujuan untuk menantang blokade Angkatan Laut Israel terhadap Gaza dan memberikan bantuan.
Pasukan Israel mencegat armada tersebut di perairan internasional sekitar tanggal 18 Mei, menahan para peserta sebelum kemudian dideportasi.
Berbicara kepada para jurnalis, Lamont mengatakan bahwa sekitar 180 tahanan di satu kapal mengalami kekerasan sistematis.
Dia melaporkan bahwa puluhan orang mengalami patah tulang, sementara yang lain dikenai sengatan listrik, dibius dengan zat yang tidak diketahui, dan mengalami pelecehan seksual.

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)
















