loading...
Rusia akui gunakan rudal hipersonik Oreshnik berkemampuan nuklir untuk membombardir Ibu Kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu dini hari. Foto/Telegram/Layanan Keamanan Negara Ukraina
MOSKOW - Rusia mengakui telah membombardir Ibu Kota Ukraina, Kyiv, secara besar-besaran dengan rudal hipersonik Oreshnik dan berbagai misil canggih lainnya pada Minggu dini hari. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkan kengerian serangan itu sebagai "hal yang benar-benar gila".
Serangan tersebut menewaskan empat orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.
Baca Juga: Rusia Balas Dendam, Bombardir Ibu Kota Ukraina Diduga dengan Rudal Hipersonik Oreshnik
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan menargetkan basis militer di Kyiv. Senjata yang digunakan adalah rudal hipersonik jarak menengah Oreshnik, rudal balistik Iskander, rudal jelajah hipersonik Kinzhal dan Zircon—yang diluncurkan dari udara, laut, dan darat—, dan drone serang.
Rudal hipersonik Oreshnik dapat membawa hulu ledak nuklir. Ini menjadi yang ketiga kalinya misil canggih Rusia ini digunakan dalam perang di Ukraina.
Serangan itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk "mengajukan proposal" guna merespons menanggapi serangan pesawat tak berawak (UAV) Ukraina terhadap asrama perguruan tinggi pelatihan guru di Luhansk, yang menewaskan 21 orang dan melukai 42 orang, sebagian besar gadis remaja.

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)
















