Iran Buka Akses Terbatas Selat Hormuz untuk Negara Netral, Indonesia Masuk Daftar?

5 hours ago 3

loading...

Iran mulai melonggarkan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz dengan mengizinkan kapal dari negara-negara netral melintas. FOTO/AP

TEHERAN - Iran mulai melonggarkan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz dengan mengizinkan kapal dari negara-negara netral melintas. Kebijakan ini dilakukan di tengah ketegangan yang masih berlangsung akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa jalur pelayaran tersebut tetap terbuka, namun diberlakukan pembatasan bagi kapal milik negara yang terlibat konflik. “Selat Hormuz tetap terbuka, namun tidak untuk kapal-kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka,” ujarnya dikutip dari NDTV, Selasa (17/3).

Baca Juga: Bahlil Bawa Angin Segar dari Selat Hormuz, Iran Buka Ruang Dialog

Kebijakan ini muncul setelah Iran sebelumnya menutup selat tersebut menyusul serangan udara terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026 yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sebagai respons, Garda Revolusi Iran sempat menghentikan lalu lintas kapal dan menyebabkan volume pelayaran anjlok drastis.

Seiring perkembangan situasi, Iran mulai membuka akses terbatas. Kapal dari sejumlah negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Turki dilaporkan telah mendapat izin melintas melalui koordinasi militer Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa kapal dari negara yang tidak terlibat konflik diperbolehkan melintas dengan persetujuan otoritas setempat. India bahkan dilaporkan telah mengajukan izin bagi puluhan kapal untuk melewati jalur tersebut.

Read Entire Article
Prestasi | | | |