loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews.
JAKARTA - Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, keberadaan lowongan pekerjaan tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat. Sayangnya kondisi tersebut banyak dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab melalui berbagai modus hoaks lowongan kerja.
Fenomena ini tidak lagi sekadar penipuan biasa. Di balik unggahan rekrutmen yang tampak meyakinkan, terdapat praktik manipulasi informasi yang memanfaatkan kebutuhan ekonomi masyarakat. Akibatnya, banyak pencari kerja justru menjadi korban setelah tergiur janji pekerjaan dengan proses yang tampak mudah dan cepat.
Baca juga: Influencer Karina Meidy Bagikan Tips Cerdas Tangkal Hoaks dan Deepfake di Dunia Digital
Hoaks Lowongan Kerja Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi
Maraknya hoaks lowongan kerja tidak dapat dilepaskan dari kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan saat ini. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia masih mencapai 7,35 juta orang pada November 2025. Di sisi lain, fenomena membludaknya pencari kerja dalam Job Fair Bekasi yang sempat viral memperlihatkan tingginya persaingan untuk memperoleh pekerjaan.
Baca juga: Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Ketika kebutuhan hidup terus meningkat sementara kesempatan kerja terbatas, tawaran pekerjaan yang menjanjikan penghasilan besar dalam waktu singkat menjadi lebih mudah dipercaya.
















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4847741/original/052423500_1717056787-excited-couple-laughing-looking-smartphone.jpg)

