loading...
Pesawat maskapai penerbangan Belanda KLM. Foto/anadolu
TEL AVIV - Penerbangan sipil menghadapi peningkatan gangguan karena maskapai penerbangan internasional dengan cepat menyesuaikan atau menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Banyak pihak khawatir konflik militer di Timur Tengah dapat meningkat, yang secara langsung memengaruhi pemesanan perjalanan dan lalu lintas udara.
Beberapa pemerintah juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya, dengan alasan kemungkinan penutupan wilayah udara atau gangguan penerbangan mendadak jika kondisi keamanan memburuk secara tak terduga.
Sebagai langkah praktis, maskapai penerbangan Belanda KLM telah mengumumkan akan menangguhkan penerbangan Amsterdam–Tel Aviv mulai hari Minggu, dengan alasan meningkatnya kekhawatiran keamanan.
“Saat ini, secara komersial dan operasional tidak memungkinkan bagi KLM untuk mengoperasikan penerbangan ke Tel Aviv,” ungkap juru bicara KLM.
Maskapai tersebut mengkonfirmasi penumpang yang terkena dampak akan menerima pemberitahuan pribadi dengan pilihan untuk menjadwal ulang penerbangan mereka atau menerima pengembalian dana penuh.
Baca juga: Usai Baku Tembak Mematikan, Kuba Identifikasi Penyusup Teroris dari AS
(sya)
















































