loading...
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine sebut perang AS-Israel melawan baru permulaan dan masih jauh dari selesai. Foto/BBC
WASHINGTON - Gelombang serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel telah menghantam militer Iran dan membuatnya hampir tidak mampu melakukan perlawanan apa pun. Demikian klaim Menteri Pertahanan Amerika Pete Hegseth.
“Mereka sudah tamat, dan mereka mengetahuinya, atau setidaknya segera, mereka akan mengetahuinya,” kata Hegseth tentang pemerintah dan militer Iran.
Baca Juga: Bos Pentagon: Iran Sudah Tamat, AS dan Israel Akan Hujani Kematian dan Kehancuran
Dalam konferensi pers di Pentagon, Hegseth tampil bersama Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine, yang memberikan penilaian yang lebih sederhana tentang kampanye militer AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada hari Sabtu pekan lalu.
“Ini masih sangat awal,” kata Jenderal Caine. “Tetapi keseimbangan sedang bergeser. Kita harus selalu ingat bahwa operasi ini kompleks, berbahaya, dan masih jauh dari selesai," imbuh jenderal tertinggi Amerika tersebut.
Sejauh ini militer AS telah menghantam lebih dari 2.000 target, sebuah serangan yang tampaknya telah sangat mengurangi kemampuan Iran untuk melawan balik dengan menembakkan rudal ke Israel, pangkalan AS, atau sekutu Amerika lainnya di kawasan Timur Tengah.
Menurut Jenderal Caine, jumlah rudal balistik yang ditembakkan oleh Iran turun 86 persen dari hari pertama pertempuran.


















































