loading...
OPEC kembali memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2026. FOTO/Reuters
JAKARTA - Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2026, sementara Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) menaikkan perkiraan harga minyak mentah Brent akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Perbedaan proyeksi kedua lembaga tersebut mencerminkan ketidakpastian pasar minyak global yang tertekan oleh konflik geopolitik, penyusutan persediaan, serta kekhawatiran terhadap keberlanjutan arus minyak melalui jalur pelayaran strategis.
OPEC dalam laporan bulanannya, Kamis (10/9) dikutip dari Reuters, memperkirakan permintaan minyak dunia pada 2026 hanya tumbuh 380.000 barel per hari (bph), turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 580.000 bph. Penurunan tersebut menjadi revisi negatif kelima secara berturut-turut.
Di sisi lain, EIA menaikkan proyeksi rata-rata harga minyak mentah Brent pada 2026 menjadi sekitar 91 dolar AS per barel, dari perkiraan sebelumnya 86,81 dolar AS per barel. EIA juga memproyeksikan harga Brent berada di sekitar USD90 per barel pada paruh kedua 2026, sebelum turun menjadi sekitar USD74 per barel pada 2027 ketika produksi kembali pulih dan persediaan mulai terisi.
Baca Juga: Lalu Lintas Selat Hormuz Makin Sepi, Alarm bagi Pasokan Energi Global


















































