Ketum Jokman Jelaskan Logika 'Kertas Lusuh' dan Gelar Profesor di Skripsi Jokowi

1 week ago 20

loading...

Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan angkat bicara merespons tudingan kubu Roy Suryo terkait keabsahan skripsi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/iNews TV

JAKARTA - Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan angkat bicara merespons tudingan kubu Roy Suryo terkait keabsahan skripsi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di mana kertas skripsi milik Presiden ke-7 RI itu disebut tidak terlihat seperti kertas lama hasil pengerjaan skripsi berbulan-bulan.

Andi Azwan menegaskan, berdasarkan informasi dari Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) UGM bahwa mahasiswa pada era itu tidak mengerjakan skripsi secara instan menggunakan komputer. Proses pengetikan dilakukan secara bertahap menggunakan mesin tik selama berbulan-bulan sehingga sudah dipastikan kertas itu akan lusuh dan menguning.

Baca juga: Roy Suryo Bandingkan Teliti Suara Habibie dan Foto Gus Dur dengan Ijazah Jokowi

“Saya diberitahu oleh Kagama bahwasanya setiap mahasiswa UGM itu membuat skripsi, itu mengetik, itu tidak pada hari itu, tapi dicicil. Bisa berbulan-bulan untuk dicicil. Jadi sebelum itu selesai pasti kertasnya agak lusuh karena diketik, kertasnya akan tua, akan lusuh,” kata Andi dalam program Rakyat Bersuara iNews TV, dikutip Rabu (18/2/2026).

Read Entire Article
Prestasi | | | |