Krisis Ojol Harus Jadi Momentum Percepatan Pengesahan RUU Pekerja GIG

5 hours ago 9

loading...

Legislator Syaiful Huda menilai krisis ojol harus menjadi momentum percepatan pengesahan RUU Pekerja GIG di Indonesia. Foto/SindoNews

JAKARTA - Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda menilai krisis ojek online (ojol) selama sepekan terakhir harus menjadi momentum percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pekerja GIG di Indonesia. Masifnya keluhan dari pengguna transportasi online menjadi indikator tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan tersebut.

“Kami mendorong agar semua pihak baik pemerintah maupun DPR untuk segera menuntaskan pembahasan dan pengesahan RUU Pekerja GIG sebagai payung hukum pekerja mandiri termasuk driver online. Apalagi tingkat ketergantungan masyarakat terhadap Ojol terutama di kota-kota besar juga kian tinggi,” ujar Syaiful Huda, Sabtu (14/3/2026).

Untuk diketahui keluhan sulit mendapatkan ojek online ramai di media sosial menjelang Lebaran. Banyak pengguna mengaku waktu tunggu semakin lama karena permintaan melonjak, sementara sebagian driver menjadi lebih selektif dalam mengambil order. Lonjakan pesanan selama Ramadan, driver yang mulai mudik, hingga faktor tarif dan kemacetan disebut ikut memengaruhi ketersediaan pengemudi di lapangan.

Baca juga: Bonus Hari Raya Ojol 2026: Lebih dari 850.000 Mitra Driver Diguyur Rp220 Miliar

Huda menilai Krisis Ojol dalam sepekan terakhir tidak hanya dipicu persoalan tingginya permintaan konsumen semata, tetapi bisa karena keenganan mitra pengemudi transportasi online dalam mengambil order. Situasi ini terjadi karena mitra pengemudi merasa diperlukan tidak setara.

Read Entire Article
Prestasi | | | |