loading...
Mampukah Aliansi Laut Merah pimpinan Arab Saudi menaklukkan Houthi dan Iran. Foto/X/@Russia14_Gft
MEKKAH - Arab Saudi menyatakan bahwa 13 negara secara resmi bergabung dengan koalisi pertahanan maritim multinasional. Hal ini menandai dimulainya operasional aliansi tersebut secara efektif di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat perang yang melibatkan Iran serta ancaman yang terus bertambah terhadap pelayaran di sekitar Selat Hormuz dan Laut Merah.
Kementerian Pertahanan Saudi menyebutkan bahwa 39 negara telah mengikuti pertemuan perencanaan ketiga koalisi di Jeddah, dan menggambarkan pertemuan tersebut sebagai langkah kunci menuju pengaktifan kekuatan multinasional itu.
"Jumlah negara yang menandatangani pernyataan bersama mencapai 15 negara, sementara 13 negara telah menyelesaikan prosedur nasional mereka, menandatangani piagam koalisi, dan secara resmi mengumumkan bergabungnya mereka," ungkap kementerian tersebut dalam pernyataan yang diunggah di platform X, dilansir Middle East Online.
"Ini merupakan peluncuran nyata koalisi menuju tahap pengaktifan secara kelembagaan dan operasional, sementara negara-negara lainnya terus menyelesaikan prosedur nasional yang diperlukan untuk bergabung dengan koalisi."
Kementerian tersebut menyatakan bahwa struktur kelembagaan koalisi juga terus berkembang; seorang perwira Saudi telah ditunjuk sebagai komandan, dan Pakistan telah menyepakati penunjukan wakil komandan untuk masa jabatan pertama.
Markas besar koalisi telah ditetapkan dan lambangnya telah disetujui, sementara kerangka kerja organisasi dan perencanaan serta dokumen acuan yang diperlukan untuk operasionalnya juga telah rampung disusun, ujar kementerian tersebut.
Laksamana Muda Saudi, Abdullah bin Salem Al-Shehri, ditunjuk sebagai komandan koalisi pada tanggal 6 Agustus.


















































