loading...
Turki tuding Mossad merekayasa plot Iran untuk membunuh Presiden AS Donald Trump. Foto/X
ANKARA - Laporan terbaru mengungkapkan bahwa dugaan rencana Iran untuk membunuh Presiden AS Donald Trump saat KTT NATO di Turki baru-baru ini adalah rekayasa badan intelijen Israel, yakni Mossad. Tujuannya adalah menggagalkan perundingan Iran-AS yang ditujukan untuk mengakhiri agresi AS-Israel terhadap Iran secara permanen.
Laporan hari Rabu dari *Middle East Eye* (MEE) mengutip pejabat dan sumber Turki yang menyatakan bahwa laporan intelijen Israel tersebut berupaya meyakinkan Dinas Rahasia AS bahwa Iran berencana membunuh Trump selama KTT NATO di Ankara pada bulan Juli.
"Tentu saja, kami menanggapi laporan itu dengan sangat serius dan berusaha membantu rekan-rekan Amerika kami semaksimal mungkin... Namun, bagi kami sangat jelas bahwa laporan itu sama sekali tidak benar," ujar salah satu sumber kepada MEE mengenai laporan intelijen Israel yang disampaikan kepada pejabat AS di Turki pada 8 Juli.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Benjamin Netanyahu dan timnya hanya berusaha menampilkan diri sebagai pihak yang melindungi Trump, sekaligus melemahkan upaya Trump untuk mencapai kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur air vital di Teluk Persia yang berada di bawah kendali ketat Iran sejak awal agresi AS-Israel terhadap negara tersebut pada awal Maret.


















































