Mantan Karyawan Google Ciptakan Simulasi Perang AS-Iran Gunakan Gemini 3.1 dan Data Terbuka

4 days ago 12

loading...

Tampilan simulasi satelit mata-mata WorldView buatan pengembang independen yang berhasil merekam detail serangan Amerika Serikat ke Iran hanya berbekal data publik dan kecerdasan buatan. Foto: Bilawal Sidhu

TIMUR TENGAH - Dulu, untuk memantau pergerakan jet tempur dan satelit di zona perang, sebuah negara butuh anggaran militer triliunan rupiah dan jaringan satelit rahasia.

Namun di 2026, logika itu dipatahkan telak. Lewat layar peramban (browser) biasa, Bilawal Sidhu membuktikan bahwa siapa saja kini bisa memiliki "Mata Tuhan" untuk mengawasi dunia.

Ketika eskalasi serangan Amerika Serikat ke Iran pecah, mantan Product Manager Google itu mengambil langkah tak biasa. Alih-alih menonton berita, ia melepaskan agen Kecerdasan Buatan (AI) miliknya untuk menyedot setiap sinyal data publik sebelum dihapus oleh pihak berwenang.

Hasilnya adalah "WorldView", rekonstruksi empat dimensi (4D) yang secara akurat memetakan penutupan wilayah udara, gangguan sinyal GPS, hingga berhentinya lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Proyek yang diunggah pada 24 Februari 2026 ini bahkan sukses memancing pendiri Palantir—perusahaan analisis data raksasa langganan militer AS—turun gunung untuk berkomentar di media sosial demi membela perusahaannya.

Logika di Balik "Mata Tuhan"

Mantan Karyawan Google Ciptakan Simulasi Perang AS-Iran Gunakan Gemini 3.1 dan Data Terbuka

Apa yang membuat alat ini begitu mengerikan sekaligus mengagumkan adalah fakta bahwa ia dibangun murni menggunakan Intelijen Sumber Terbuka (OSINT). "Kebanyakan orang mengira Anda butuh jaringan satelit pribadi untuk tingkat ketajaman seperti ini," tulis Bilawal, yang sebelumnya bekerja selama 6 tahun di Google untuk membangun peta 3D global.

Read Entire Article
Prestasi | | | |