MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran

7 hours ago 9

loading...

Siswa SDN Jogjogan 01, Kabupaten Bogor menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok Badan Gizi Nasional

JAKARTA - Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Ubaidillah Amin alias Gus Ubaid buka suara menanggapi adanya pandangan dari beberapa kelompok maupun individu di Jakarta yang meminta agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan. Menurut dia, pandangan tersebut belum sepenuhnya melihat dampak langsung program MBG di lapangan.

Dia menuturkan, program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat bawah, khususnya di daerah. Dalam pelaksanaannya, kata dia, program ini tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak penerima makanan bergizi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk petani, peternak ayam, petani sayur, peternak ikan, pelaku usaha lokal, serta tenaga kerja yang terlibat dalam rantai penyediaan makanan.

“Menurut saya, MBG bukan untuk dihentikan, melainkan terus dievaluasi dan diperbaiki. Jika ada kekurangan dalam pelaksanaan, maka yang perlu dilakukan adalah pembenahan manajemen, penguatan tata kelola, serta penyesuaian titik-titik pelaksanaan agar program ini semakin tepat sasaran,” ujar Gus Ubaid, Sabtu (13/6/2026).

Baca juga: Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG

Ia menyampaikan, pelaksanaan MBG dapat lebih diprioritaskan pada daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T, serta daerah yang masih menghadapi persoalan akses gizi. Sementara itu, pelaksanaan di kota-kota besar dapat terus dievaluasi sesuai kebutuhan dan efektivitas program.

Read Entire Article
Prestasi | | | |