loading...
Lonjakan inflasi dan pertumbuhan yang rendah bakal semakin menurunkan standar hidup di Inggris. Foto/Dok
JAKARTA - Lonjakan inflasi dan pertumbuhan yang rendah bakal semakin menurunkan standar hidup di Inggris , hingga mendorong negara itu tertinggal dibandingkan dengan rekan-rekan ekonominya. Prediksi tersebut diungkapkan oleh Centre for Economics and Business Research (CEBR) yang berbasis di Inggris.
Perkiraan ini disajikan dalam World Economic League Table tahunan CEBR yang memperkirakan bahwa Inggris akan turun dari peringkat 19 ke 22 dalam peringkat PDB per kapita global pada tahun 2030. Dalam analis lembaga think tank itu memproyeksikan ekonomi Inggris akan disalip oleh Hong Kong, Finlandia, dan Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Standar hidup masyarakat Inggris diperkirakan akan tertinggal dari mantan koloni Malta pada tahun 2035. Dalam ukuran dolar, PDB per kapita Inggris diperkirakan sebesar USD58.775 di tahun 2026.
Menurut laporan tersebut, pertumbuhan PDB per kapita Inggris diperkirakan akan menjadi yang terlemah kedua di G7 selama lima tahun ke depan, hanya kalah dari Jepang.
Ekonom CEBR, Pushpin Singh mengatakan Inggris, menghadapi “tantangan tiga kali lipat” yakni berupa inflasi tinggi, utang membengkak, dan pertumbuhan rendah. Ia memperingatkan, bahwa daya saing sedang terkikis oleh negara-negara pesaing dengan pajak lebih rendah dan kemudahan regulasi.














































