loading...
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian. Foto: Dok Kemendagri
JAKARTA - Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera terus menunjukkan progres signifikan. Sepanjang Ramadan tahun ini, penyelesaian Hunian Sementara (Huntara) dikebut untuk memastikan para penyintas segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 4 Maret 2026, sebanyak 11.927 unit Huntara telah rampung 100 persen dan siap dihuni. Ribuan keluarga terdampak banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini semakin dekat dengan kepastian hunian.
Capaian ini mencerminkan kuatnya orkestrasi lintas sektor di bawah kendali Satgas PRR. Dalam satu komando, sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga sektor swasta berhasil dipadukan secara efektif, selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan penanganan pascabencana.
Baca juga: Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fokus Wujudkan Nol Pengungsi di Tenda
Secara rinci, Aceh menjadi wilayah dengan capaian terbesar yakni 10.235 unit Huntara yang telah selesai. Disusul Sumatera Utara sebanyak 961 unit, serta Sumatera Barat dengan 731 unit. Khusus di Sumatera Barat, capaian ini menjadi penting karena berhasil menjawab tantangan “nihil tenda” bagi para penyintas.
Selain itu, ada kemajuan signifikan dalam capaian yaitu penurunan jumlah pengungsi hingga 99,63 persen dari kondisi awal. Laporan per 4 Maret 2026, jumlah pengungsi yang pada awalnya mencapai 2.178.269 orang pada 2 Desember 2025 kini tersisa 6.873 orang.


















































