loading...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya diculik pasukan AS. Foto/dea
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat secara aktif menggunakan model AI Claude dari Anthropic selama operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bulan lalu. Kabar itu diungkap Axios dan The Wall Street Journal.
Media itu mengungkapkan teknologi perusahaan yang berfokus pada keamanan tersebut memainkan peran langsung dalam serangan mematikan di luar negeri.
Claude digunakan selama operasi aktif, bukan hanya dalam fase persiapan, Axios dan WSJ melaporkan pada hari Jumat. Peran pastinya masih belum jelas, meskipun militer sebelumnya telah menggunakan model AI untuk menganalisis citra satelit dan intelijen secara real-time.
Kebijakan penggunaan laboratorium AI yang berbasis di San Francisco tersebut secara eksplisit melarang teknologinya digunakan untuk "memfasilitasi kekerasan, mengembangkan senjata, atau melakukan pengawasan."
Tidak ada warga Amerika yang tewas dalam serangan itu, tetapi puluhan tentara dan personel keamanan Venezuela dan Kuba tewas pada 3 Januari.
"Kami tidak dapat berkomentar apakah Claude, atau model AI lainnya, digunakan untuk operasi spesifik apa pun, rahasia atau tidak," kata juru bicara Anthropic kepada Axios.














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516109/original/019613500_1772255126-Untitled_design__2_.jpg)


































