Puasa Ramadan Jadi Momentum Pas Berhenti Merokok, Dokter Bagikan Tipsnya

4 hours ago 8

loading...

Puasa Ramadan jadi momen pas untuk berhenti merokok. Foto: Healthline

JAKARTA - Momen Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan kesempatan emas untuk menata ulang gaya hidup, termasuk memutus rantai kebiasaan merokok . Influencer kesehatan sekaligus dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD), dr. Gia Pratama, menekankan bahwa bulan suci ini adalah waktu yang paling tepat bagi mereka yang memiliki tekad kuat untuk berhenti.

Menurutnya, perubahan sebesar ini tidak bisa dipaksakan oleh orang lain, melainkan harus lahir dari kesadaran diri sendiri. Ramadan memberikan ruang latihan alami karena seseorang dipaksa menahan diri dari terbit fajar hingga terbenam matahari untuk tidak merokok.

"Belum pernah ada sejarahnya seseorang itu berhenti merokok karena disuruh, apalagi oleh dokternya. Sama istrinya juga enggak bisa, sama anaknya juga enggak bisa. Harus dari dirinya sendiri," ujar dr. Gia dalam Podcast Raditya Dika, dikutip Kamis (9/3/2026).

Baca Juga : Bahaya Merokok Setelah Makan, Dokter Ingatkan Dampaknya pada Pencernaan

dr. Gia menilai bahwa sekadar melarang atau memberikan instruksi kepada pasien seringkali berakhir sia-sia. Pendekatan yang bersifat perintah selama ini terbukti belum memberikan dampak signifikan bagi para perokok aktif agar berhenti.

"Makanya aku melihat belum ada kegunaannya aku ngelarang-larang orang atau nyuruh berhenti rokok. Belum ada kegunaannya. Enggak pernah tuh ada pasien (berhenti) ngerokok, impossible," tegas dia.

Meski sulit, dr. Gia melihat adanya harapan bagi mereka yang memang sudah memiliki niat tulus untuk berubah. Ia pun menyarankan agar energi positif di bulan Ramadhan dimanfaatkan sebagai sumber kekuatan ekstra untuk melawan kecanduan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |