Rupiah Diprediksi Tak Bertaji Pekan Depan di Atas Rp17.000

5 hours ago 11

loading...

Nilai tukar rupiah diprediksi masih dalam tekanan dan bertahan di atas level Rp17.000 per dolar AS pada pekan depan. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi masih dalam tekanan dan bertahan di atas level Rp17.000 per dolar AS pada pekan depan. Ketidakpastian global terutama akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, menjadi faktor utama yang memicu volatilitas pasar keuangan.

"Pelemahan mata uang rupiah kemungkinan masih akan bertahan di atas level 17.000," ujar pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Minggu (12/4/2026).

Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp144 Triliun

Ibrahim memproyeksikan pergerakan pasar global akan mengalami fluktuasi tajam, seiring potensi pelebaran rentang perdagangan Indeks Dolar AS. Secara teknikal, indeks dolar diperkirakan bergerak di kisaran support 97,00 hingga resistance 100,90, bahkan berpotensi melebar hingga 101,00.

Penguatan dolar AS tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memicu pergeseran arus modal global.

Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran. Ibrahim memaparkan, hasil perundingan kedua negara akan menjadi penentu arah harga minyak dan inflasi global dalam jangka pendek.

Read Entire Article
Prestasi | | | |