loading...
Lamborghini. FOTO/ Carscoops
MILAN - Kebangkitan industri otomotif China kini semakin sulit untuk dipandang sebelah mata.
Setelah mendominasi sebagian besar pasar kendaraan listrik (EV), pabrikan dari negara tersebut kini mulai menjajal peruntungan di segmen performa tinggi, termasuk supercar.
Namun, bagi Lamborghini, kemunculan supercar asal China belum cukup untuk membuat merek asal Italia tersebut merasa terancam.
CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, dalam sebuah wawancara dengan Auto Express menyatakan bahwa pihaknya saat ini tidak melihat supercar terbaru dari China sebagai ancaman bagi Lamborghini.
Salah satu alasan utamanya adalah karena sebagian besar supercar China yang bermunculan saat ini menggunakan tenaga listrik sepenuhnya, sementara Lamborghini sendiri telah memutuskan untuk tidak masuk ke segmen EV dalam waktu dekat.
Menurut Winkelmann, keputusan tersebut tidak diambil secara sembarangan. Lamborghini meyakini bahwa permintaan dari pelanggan akan supercar listrik sepenuhnya masih belum cukup kuat.


















































