Tas Tangan dari Kulit Dinosaurus Memicu Kontroversi Ilmiah, Ini Alasannya

8 hours ago 9

loading...

Tas Tangan dari Kulit Dinosaurus. FOTO/Reuters

LONDON - Sebuah tas tangan yang terbuat dari kolagen yang diekstrak dari fosil Tyrannosaurus Rex baru saja diluncurkan, menunjukkan potensi bahan kulit yang ditumbuhkan di laboratorium.

Menurut Reuters, pada tanggal 2 April, para ilmuwan dan desainer meluncurkan tas tangan yang terbuat dari kolagen yang diekstrak dari fosil Tyrannosaurus rex (T. rex) di Amerika Serikat. Ini adalah kreasi unik yang bertujuan untuk menunjukkan nilai kulit yang ditumbuhkan di laboratorium

Tas berwarna turquoise tersebut saat ini dipamerkan di Art Zoo Museum (Amsterdam, Belanda), ditempatkan di dalam sangkar di bawah model T. rex hingga 11 Mei. Setelah itu, tas tersebut akan dilelang dengan harga penawaran awal yang diperkirakan melebihi USD500.000.

Menurut tim pengembang, material tersebut dibuat dari fragmen protein kuno yang diambil dari tulang dinosaurus yang telah menjadi fosil, kemudian ditanamkan ke dalam sel hewan untuk menghasilkan kolagen, dan selanjutnya diproses menjadi kulit. Proyek ini merupakan kolaborasi antara The Organoid Company, Organoid, dan VML.

Sebelumnya, Organoid dan VML berkolaborasi untuk menciptakan bakso raksasa pada tahun 2023 dengan menggabungkan DNA mammoth berbulu dengan sel domba.

Thomas Mitchell, CEO dari The Organoid Company, mengatakan bahwa proses pengembangan tas "kulit Tyrannosaurus Rex" ini menghadapi banyak tantangan teknis.

Sementara itu, Che Connon dari Lab-Grown Leather Ltd., produsen kulit yang terbuat dari kolagen yang dimodifikasi, mencatat bahwa asal "T. rex" memberikan daya tarik unik pada produk tersebut.

"Ini bukan hanya alternatif ramah lingkungan pengganti kulit asli, tetapi juga peningkatan teknologi," tambahnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |