Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal

3 hours ago 7

loading...

MotionTrade telah merangkum 4 (empat) modus penipuan berkedok investasi pasar modal yang perlu diwaspadai oleh investor, antara lain. Foto/Dok

JAKARTA - Investasi merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan keuangan. Namun, keputusan investasi yang baik harus didasarkan pada pemahaman yang memadai, bukan karena tergiur keuntungan instan. Pelaku penipuan kerap memanfaatkan minimnya pemahaman masyarakat dengan menawarkan investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko. Padahal, setiap instrumen investasi memiliki risiko.

Baca Juga: Tips MotionTrade: 3 Tips Bedakan Investasi Bodong dan Investasi Legal

Dengan melakukan verifikasi sebelum berinvestasi, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan investasi pasar modal. MotionTrade telah merangkum 4 (empat) modus penipuan berkedok investasi pasar modal yang perlu diwaspadai oleh investor, antara lain:

1. Mengatasnamakan Perusahaan atau Institusi Resmi

Modus yang sering ditemukan adalah penggunaan nama, logo perusahaan sekuritas atau lembaga keuangan resmi tanpa izin oleh oknum tertentu. Sebagai perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, MNC Sekuritas senantiasa mengimbau masyarakat untuk memverifikasi keaslian informasi sebelum melakukan transaksi atau memberikan data pribadi.

Anda perlu mengecek kebenaran penawaran investasi yang Anda dapatkan melalui kanal resmi MNC Sekuritas seperti website www.mncsekuritas.id maupun media sosial MNC Sekuritas, serta Call Center MNC Sekuritas melalui email [email protected] atau nomor 1 500 899 (ext. 3) atau WhatsApp Business 0888- 8000-005.

2. Grup Rekomendasi Saham/ Media Sosial/ Situs Palsu

Oknum atau pelaku membuat akun media sosial, grup percakapan, maupun situs palsu yang menyerupai institusi asli untuk meyakinkan calon korban. Dalam grup tersebut, korban diarahkan untuk membeli saham tertentu atau mentransfer dana dengan iming-iming keuntungan besar. Investor perlu berhati-hati terhadap rekomendasi investasi yang tidak jelas sumbernya, terlebih jika disertai ajakan untuk menyetor dana ke rekening individu atau pihak tertentu.

Anda perlu mengetahui bahwa proses settlement untuk pembelian dan penjualan saham dilakukan melalui Rekening Dana Nasabah (RDN) atas nama nasabah sendiri. Jadi, Anda patut mencurigai jika ada oknum yang menjanjikan keuntungan investasi tertentu dan mewajibkan Anda untuk menyetor dana ke rekening yang bukan atas nama Anda pribadi.

3. Penawaran Investasi Melalui Aplikasi Tidak Resmi

Seiring perkembangan teknologi, pelaku juga memanfaatkan aplikasi investasi palsu yang tampilannya menyerupai platform resmi. Pastikan selalu mengunduh aplikasi investasi melalui kanal resmi dan memeriksa legalitas penyelenggara sebelum melakukan transaksi. Investor disarankan hanya menggunakan aplikasi MotionTrade resmi milik MNC Sekuritas yang tersedia di platform App Store atau Play Store.

4. Janji Keuntungan Tetap dan Tinggi

Pelaku biasanya menawarkan imbal hasil yang jauh di atas rata-rata pasar dan mengklaim investasi tersebut bebas risiko. Investor perlu memahami bahwa pergerakan harga saham maupun instrumen pasar modal lainnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga tidak ada pihak yang dapat menjamin keuntungan secara pasti. Transaksi saham maupun instrumen pasar modal lainnya pasti mengandung risiko. Kinerja masa lalu juga tidak selalu mencerminkan kinerja masa depan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |