loading...
Presiden Donald Trump menghormati 13 tentara AS yang tewas dalam perang Iran ketika menghadiri peringatan Memorial Day di Pemakaman Nasional Arlington pada hari Senin. Foto/White House
WASHINGTON - Presiden Donald Trump menghormati 13 anggota militer Amerika Serikat (AS) yang meninggal selama perang Iran sebagai bagian dari peringatan Memorial Day di Pemakaman Nasional Arlington pada hari Senin. Dia mengatakan belasan tentara tersebut meninggal untuk memastikan Iran tidak akan pernah memiliki bom nuklir.
“Kita kehilangan 13 jiwa yang luar biasa, orang-orang yang luar biasa dan istimewa,” kata Trump setelah meletakkan karangan bunga di Makam Prajurit Tak Dikenal di pemakaman militer di Virginia, tepat di luar Washington, D.C.
Baca Juga: Jet Tempur AS Serang Kapal dan Situs Rudal Iran, Ledakan Dahsyat Guncang Bandara Abbas
Hari libur tahunan Memorial Day untuk memperingati anggota militer Amerika yang meninggal dalam misi tempur kali ini bertepatan dengan mendekatnya tiga bulan perang Iran dan Trump menggembar-gemborkan kemajuan dalam mengubah gencatan senjata enam minggu menjadi kesepakatan perdamaian permanen.
Selain 13 kematian tentara Amerika, perang 40 hari tersebut telah menelan biaya setidaknya USD29 miliar bagi Amerika Serikat dan sangat mengganggu pasokan energi global, mengacaukan perekonomian dan mendorong kenaikan harga bensin dan inflasi secara keseluruhan. Jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Amerika menentang perang tersebut.
Trump mengatakan pengorbanan itu sepadan untuk mencegah Iran memperoleh bom nuklir. Dia menekankan bahwa dirinyaa bertekad untuk mencegah Iran menjadi negara bersenjata nuklir.

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)
















