loading...
Fenomena ini bermula ketika jutaan pengguna melaporkan menerima email resmi dari Instagram yang meminta konfirmasi pengaturan ulang kata sandi, padahal mereka tidak pernah memintanya. Foto: ist
CALIFORNIA - Notifikasi permintaan pengaturan ulang kata sandi (password reset) membanjiri kotak masuk sejumlah pengguna Instagram serentak pada Minggu (11/1/2026). Diduga, ada jutaan data pengguna Instagram bocor di dark web atau pasar gelap.
Fenomena ini bermula ketika jutaan pengguna melaporkan menerima email resmi dari Instagram yang meminta konfirmasi pengaturan ulang kata sandi, padahal mereka tidak pernah memintanya.
Insiden ini memaksa Instagram merilis pernyataan resmi pada Minggu malam waktu setempat, mencoba meredam kepanikan publik dengan narasi "gangguan teknis".
"Kami telah memperbaiki masalah yang memungkinkan pihak eksternal meminta email pengaturan ulang kata sandi untuk beberapa orang. Tidak ada pelanggaran pada sistem kami dan akun Instagram Anda aman," tulis manajemen Instagram melalui akun resmi mereka di platform X.
Perusahaan juga menginstruksikan pengguna untuk mengabaikan email tersebut dan memohon maaf atas kebingungan yang terjadi.
Kontradiksi Temuan: Jejak Digital di Pasar Gelap
Namun, pil penenang dari Instagram mendapat tantangan serius dari Malwarebytes, perusahaan perangkat lunak antivirus.
Dalam analisis tandingannya, Malwarebytes mengindikasikan bahwa gelombang email tersebut bukanlah glitch sistem semata, melainkan dampak ikutan dari dugaan kebocoran data yang jauh lebih masif.















































