loading...
Serangan siber terus mengalami peningkatan setiap tahun di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Foto: ChatGPT/Sindonews
JAKARTA - Lebih dari 18 juta serangan dalam satu tahun menunjukkan kawasan ini telah menjadi medan tempur digital yang sesungguhnya. Foto:
Sepanjang 2025, perusahaan keamanan siber Kaspersky mencatat dan memblokir 18.015.162 serangan web yang menargetkan pengguna bisnis di Asia Tenggara.
Ini menggambarkan intensitas ancaman yang kini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi digital.
Vietnam muncul sebagai negara dengan serangan tertinggi, mencapai 8.437.695 insiden, jauh melampaui negara lain di kawasan.
Di posisi berikutnya ada Malaysia dengan 3.361.453 serangan, disusul Indonesia sebanyak 3.014.870 serangan.
Singapura mencatat 1.371.435 serangan, Thailand 1.207.725 serangan, dan Filipina 621.984 serangan.
Data ini menunjukkan distribusi ancaman yang tidak merata, tetapi juga memperlihatkan satu pola penting: semakin maju digitalisasi sebuah negara, semakin tinggi pula eksposurnya terhadap serangan.
Vietnam dan Singapura: Target Utama di Balik Kemajuan Digital
Menariknya, Vietnam dan Singapura—dua negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi digital yang agresif—justru menjadi target utama.
Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, menyebut fenomena ini bukan kebetulan.
“Selama bertahun-tahun, kebijakan dan perilaku terhadap keamanan siber di lingkungan perusahaan semakin meningkat. Artinya, semakin banyak organisasi yang membangun pertahanan mereka,” ujarnya.
















































