3.000 Orang Masih Hilang, Tim Pencarian Korban Banjir Nepal Terus Berjuang

5 hours ago 5

loading...

Sebanyak 3.000 orang masih hilang, tim pencarian korban banjir Nepal terus berjuang. Foto/X/@Sachingupta

KATHMANDU - Nepal mengeluarkan peringatan pada hari Minggu mengenai naiknya permukaan air banjir dan mendesak tim penyelamat untuk berhati-hati, seiring upaya evakuasi korban dari wilayah yang hancur akibat terjangan air dan puing dahsyat—yang menyerupai tsunami—memasuki hari kelima.

"Kami telah menerima informasi bahwa aliran banjir di Sungai Bhotekoshi di Rasuwa kembali meningkat," demikian pernyataan Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana (NDRRMA), dilansir CNA.

"Oleh karena itu, seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian, penyelamatan, dan bantuan, mereka yang berada di kawasan tepi sungai, serta siapa pun yang berada di wilayah terdampak—termasuk Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Chitwan—diminta untuk berhati-hati."

Survei Geologi AS (USGS) menyatakan bahwa bencana yang terjadi pada Rabu pagi di perbatasan Tiongkok-Nepal tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser, yang memicu aliran air dan puing dalam jumlah besar ke arah hilir.

Data dari Nepal dan China mencatat total korban tewas sebanyak 750 orang, dengan 3.044 orang dinyatakan hilang. Sebagian korban tewas kemungkinan terseret arus hingga ke wilayah India.

Media pemerintah China sebelumnya mengonfirmasi adanya 16 korban tewas di Tibet. Dari 546 orang yang hilang, 261 di antaranya adalah warga negara asing, menurut laporan CCTV, termasuk 104 orang dari Nepal, 49 dari India, 33 dari Latvia, dan 18 dari Amerika Serikat.

Bencana yang melanda perbatasan China-Nepal pada Rabu pagi itu disebabkan oleh runtuhnya gletser, yang memicu aliran air dan puing-puing dalam jumlah besar ke arah hilir, menurut Survei Geologi AS (USGS).

Pada hari Minggu, tentara Nepal berupaya menyelamatkan para pekerja yang diduga terjebak di dalam terowongan di lokasi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Trishuli 3A, setelah mereka berhasil memasukkan pipa ke dalam lorong tersebut.

Tim penyelamat telah "mulai mengalirkan udara melalui celah kecil tersebut," kata Menteri Dalam Negeri Nepal, Sudan Gurung, dalam sebuah pernyataan. Namun, upaya penyelamatan pada hari Minggu terkendala oleh hujan dan naiknya permukaan air sungai, sehingga otoritas penanggulangan bencana Nepal mengimbau tim penyelamat untuk berhati-hati.

Read Entire Article
Prestasi | | | |