loading...
PM Anwar Ibrahim fokus memberikan subsidi. Foto/X
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada hari Minggu memperkenalkan langkah-langkah untuk mengatasi kenaikan biaya hidup dan mendukung dunia usaha, termasuk mengembalikan kuota pembelian bensin dan solar bersubsidi ke tingkat yang lebih tinggi, serta menambah pendanaan bagi sekolah dan pedagang kecil.
Langkah-langkah tersebut diperkirakan akan mulai berlaku pada 1 September, ujar Anwar dalam pidato yang disiarkan televisi.
"Pertumbuhan ekonomi negara harus dikembalikan kepada rakyat," ujarnya, dilansir CNA.
Anwar menghadapi tekanan untuk mengatasi kenaikan biaya hidup, meskipun ekonomi Malaysia mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan sebagian besar negara tetangganya. Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut tumbuh sebesar 6 persen pada kuartal kedua tahun ini, melampaui proyeksi resmi.
Anwar mengatakan pemerintah akan mengembalikan kuota pembelian bahan bakar kendaraan RON95—yang banyak digunakan masyarakat—bagi warga negara Malaysia menjadi 300 liter per bulan, setelah sebelumnya dikurangi menjadi 200 liter per bulan pada awal tahun ini akibat lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh perang AS-Israel melawan Iran. Ia mengatakan bahwa kuota pembelian solar untuk kategori pengguna tertentu juga akan dinaikkan menjadi 400 liter per bulan.
Anwar menyatakan bahwa program kecerdasan buatan (AI) pemerintah akan dibuka bagi warga Malaysia berusia 18 hingga 30 tahun, yang mencakup akses gratis ke sejumlah aplikasi utama seperti Gemini Enterprise dari Google serta Wonderclip dan MuleRun dari Alibaba Cloud (Tiongkok).


















































