loading...
IHSG diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan sepekan mendatang. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan sepekan mendatang. Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan bahwa secara teknikal, pergerakan indeks saham domestik diperkirakan bakal menguji rentang batas bawah (support) di level 6.230 dan batas atas (resistance) pada posisi 6.628.
“Untuk sepekan ke depan, kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 6.230 dan resist 6.628,” kata Herditya kepada SindoNews, Minggu (30/8/2026).
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Analis yang kerap disapa Didit ini menjelaskan, sejumlah sentimen penting yang bakal memengaruhi dinamika pergerakan pasar keuangan domestik maupun global sepanjang sepekan ke depan.
Didit menyoroti agenda rebalancing indeks MSCI yang memasuki masa efektif per 1 September 2026 sebagai fokus perhatian utama pasar. Langkah rebalancing ini diantisipasi investor karena membuka potensi terjadinya aliran modal keluar (outflow) yang cukup signifikan dari lantai bursa.
Selain itu, laju IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data makroekonomi domestik, khususnya laporan PMI Manufaktur Indonesia yang diproyeksikan mengalami melandai, serta pengumuman angka inflasi resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).


















































