loading...
Iran mau bernegosiasi dengan AS karena tak mau berperang melawan Washington. Foto/Press TV
TEHERAN - Strategi Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menyerang Iran berhasil melunakkan posisi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran kembali ke meja negosiasi untuk membahas berbagai banyak hal, salah satunya program nuklir.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan jalur komunikasi dengan Amerika Serikat tetap terbuka antara kedua negara, serta dengan perantara Swiss.
Baghaei menjawab, melalui terjemahan bahasa Inggris, pertanyaan tentang kontak dengan Presiden AS Donald Trump saat Teheran menghadapi protes kekerasan.
Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Iran meminta untuk menegosiasikan program nuklirnya.
5 Alasan Iran Mau Bernegosiasi dengan AS, Salah Satunya Enggan Berperang
1. Tetap Mengutamakan Diplomasi
Baghaei mengatakan “pesan-pesan yang kontradiktif” telah dikirim yang menyebabkan ambiguitas dan Iran tetap berkomitmen pada diplomasi.
Pembicaraan harus “didasarkan pada penerimaan kepentingan dan kekhawatiran bersama, bukan negosiasi yang sepihak, unilateral, dan berdasarkan dikte,” tambahnya, dilansir Al Jazeera.Baca Juga: Diancam Invasi seperti Venezuela, Iran Akhirnya Mau Bernegosiasi dengan AS
2. Tidak Mau Campur Tangan Asing
“Iran adalah negara dialog tetapi kami tidak akan menerima dikte, dan rakyat Iran tidak akan mengizinkan segala bentuk campur tangan asing.”












































