ringkasan
- Gen Z memanfaatkan platform digital dan media sosial secara ekstensif untuk mencari pekerjaan, membangun jaringan, dan menampilkan portofolio yang relevan.
- Mereka mencari job role yang menawarkan fleksibilitas, keseimbangan hidup-kerja, tujuan yang bermakna, serta peluang pengembangan diri dan lingkungan kerja inklusif.
- Meskipun menghadapi persaingan ketat dan tantangan pengalaman, Gen Z dapat sukses dengan mengenali diri, mengembangkan keterampilan, membangun personal branding, dan memanfaatkan pengalaman magang.
Fimela.com, Jakarta Gen Z, generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, kini menjadi kekuatan signifikan di dunia kerja. Mereka tumbuh di era digital dengan pendekatan unik dalam mencari pekerjaan. Ekspektasi mereka terhadap lingkungan kerja juga berbeda dari generasi sebelumnya.
Menggunakan teknologi canggih, Gen Z aktif di berbagai platform digital dan media sosial. Mereka tidak hanya mencari gaji kompetitif, tetapi juga nilai dan tujuan dalam pekerjaan. Ini membentuk cara mereka menavigasi pasar kerja.
Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana Gen Z mencari posisi pekerjaan. Sahabat Fimela akan menemukan jenis peran yang diminati serta tips untuk Gen Z yang sedang cari job role dari para ahli. Persiapkan diri Anda untuk sukses di dunia profesional.
Strategi Cerdas Gen Z dalam Mencari Job Role
Gen Z memanfaatkan teknologi dan platform digital secara ekstensif dalam pencarian kerja mereka. Mereka aktif di platform pencarian kerja seperti LinkedIn, Glassdoor, dan JobStreet. Media sosial seperti Instagram dan TikTok juga digunakan oleh perusahaan untuk mencari kandidat, sehingga Gen Z perlu aktif di platform ini untuk mencari lowongan dan membangun jaringan profesional.
Platform freelance juga populer di kalangan Gen Z. Ini terutama bagi pemula yang ingin membangun portofolio awal. Aplikasi pencari kerja berbasis AI seperti JobCity hadir untuk menjembatani kebutuhan UMKM dengan pencari kerja Gen Z, menawarkan proses rekrutmen yang transparan dan interaktif.
Membangun jaringan profesional sangat penting bagi Gen Z. Mereka memanfaatkan koneksi melalui pendidikan, pengalaman kerja sebelumnya, dan kegiatan ekstrakurikuler. Gen Z bergabung dengan komunitas online yang relevan, mengikuti forum diskusi, atau berpartisipasi dalam acara virtual untuk bertemu profesional. Menghadiri acara industri, seminar, atau konferensi juga menjadi cara efektif untuk membangun hubungan.
Portofolio yang menonjol dan resume yang kreatif menjadi kunci sukses. Ini terutama berlaku bagi Gen Z di bidang kreatif atau digital, mencakup proyek, pengalaman magang, atau karya pribadi yang relevan. Mereka menyusun resume yang kreatif dan relevan, menggunakan desain yang bersih dan profesional, serta menonjolkan pengalaman, keterampilan, dan pencapaian. Tautan ke portofolio online dapat memberikan nilai tambah yang signifikan.
Ekspektasi Job Role Ideal bagi Gen Z
Gen Z memiliki ekspektasi yang berbeda dari generasi sebelumnya, tidak hanya mencari gaji kompetitif tetapi juga memperhatikan aspek lain yang memengaruhi kepuasan dan kesejahteraan mereka. Mereka sangat menghargai fleksibilitas dalam hal jam kerja dan lokasi kerja. Opsi kerja jarak jauh atau hibrida sangat mereka pertimbangkan.
Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional adalah prioritas utama. Gen Z mencari pekerjaan yang memiliki tujuan (purpose-driven jobs) dan dampak sosial, di mana mereka merasa kontribusi mereka berarti. Mereka ingin bekerja untuk perusahaan yang nilai-nilainya selaras dengan nilai pribadi mereka, seperti transparansi, keadilan, dan tanggung jawab sosial.
Kesempatan untuk belajar dan berkembang dalam perusahaan sangat penting bagi Gen Z. Mereka mencari perusahaan yang menawarkan program pelatihan dan pengembangan yang kuat, serta peluang untuk meningkatkan keterampilan. Adaptabilitas dan kemampuan belajar sepanjang hayat sangat dihargai dalam lingkungan kerja.
Lingkungan kerja yang terbuka, mendukung ekspresi diri, menghargai keberagaman, dan inklusif juga dicari oleh Gen Z. Mereka menghargai komunikasi terbuka, umpan balik yang cepat, dan transparansi. Suasana kerja yang suportif bahkan bisa menjadi nilai lebih dibanding fasilitas mewah. Gen Z tertarik pada profesi yang berbasis teknologi dan kreatif, seperti AI Specialist, Prompt Engineer, Data Analyst, dan Content Creator.
Tantangan dan Tips Sukses untuk Gen Z
Para ahli melihat Gen Z sebagai generasi yang membawa perspektif baru ke dunia kerja, namun juga menghadapi tantangan unik. Jumlah Gen Z yang mencari pekerjaan di Indonesia mencapai hampir 10 juta orang, menunjukkan persaingan yang ketat. Kurangnya pengalaman kerja sering menjadi kendala bagi Gen Z yang baru lulus. Beberapa studi menunjukkan bahwa banyak perusahaan ragu mempekerjakan Gen Z karena reputasi mereka yang dianggap mudah tersinggung atau kurang mampu menerima umpan balik.
Holly Schroth, dosen senior di Haas School of Business, University of California, Berkeley, menjelaskan bahwa Gen Z lebih memfokuskan perhatian pada kegiatan ekstrakurikuler. Adrian Wijanarko, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Paramadina, menyebut bahwa kecocokan Gen Z dengan atasan dan budaya perusahaan memengaruhi etos kerja mereka. Ia juga menyebutkan bahwa 62% Gen Z mementingkan pengakuan atas harga diri mereka.
Untuk itu, Sahabat Fimela perlu mengenali diri sendiri dan menetapkan tujuan karier yang jelas. Pahami minat, passion, dan potensi diri untuk memilih karier yang sesuai. Buat peta karier yang jelas untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil. Evaluasi kelebihan dan kelemahan diri untuk meningkatkan nilai tambah.
Kembangkan keterampilan yang dibutuhkan, baik soft skill seperti komunikasi dan kolaborasi, maupun keterampilan digital. Manfaatkan kursus online gratis atau murah untuk terus meng-upgrade skill. Bangun personal branding dan jaringan profesional yang kuat, serta hati-hati dengan jejak digital di media sosial. Siapkan portofolio dan resume yang menarik perhatian. Kelola ekspektasi, bersikap fleksibel, dan manfaatkan pengalaman magang atau organisasi untuk mendapatkan pengalaman berharga. Pengalaman magang dan organisasi dapat memberikan pengetahuan tentang dunia kerja dan membantu mengembangkan keterampilan yang relevan.
- Kenali Diri Sendiri dan Tetapkan Tujuan Karier: Pahami minat, passion, dan potensi diri untuk memilih karier yang sesuai, serta buat peta karier yang jelas.
- Kembangkan Keterampilan yang Dibutuhkan: Fokus pada pengembangan soft skill seperti komunikasi dan kolaborasi, serta tingkatkan keterampilan digital melalui kursus online.
- Bangun Personal Branding dan Jaringan Profesional: Buat jejak online yang profesional di LinkedIn, perluas koneksi, dan hati-hati dengan postingan di media sosial.
- Siapkan Portofolio dan Resume yang Menarik: Buat portofolio yang menonjolkan proyek relevan dan susun resume yang kreatif, profesional, serta menonjolkan pencapaian.
- Kelola Ekspektasi dan Bersikap Fleksibel: Pahami bahwa perjalanan karier tidak selalu lurus, bersedia memulai dari bawah, dan siap menghadapi berbagai tantangan baru.
- Manfaatkan Pengalaman Magang dan Organisasi: Dapatkan pengetahuan dan kembangkan keterampilan melalui pengalaman magang atau partisipasi dalam organisasi.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3142697/original/054131300_1591166259-startup-planning-notes-mac-book-7357__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5059847/original/032682300_1734754605-1734750964602_tips-mencari-kerja.jpg)














































