Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, Bisa Gerus PDB hingga Rp39 Triliun

1 week ago 18

loading...

Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari produsen otomotif India. FOTO/iStock Photo

JAKARTA - Kebijakan BUMN Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari produsen otomotif India untuk operasional logistik Koperasi Desa Merah Putih dinilai berpotensi menekan perekonomian nasional. Industri otomotif yang memiliki rantai pasok luas dari hulu ke hilir disebut menjadi sektor yang paling terdampak.

"Tidak ada aktivitas ekonomi yang diciptakan dari importasi ini. Bahkan bisa menggerus pangsa pasar dari produk pickup yang sudah diproduksi atau dirakit dalam negeri. Ekonomi kita bisa menyusut karena impor ini akan mengurangi PDB," kataEkonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda saat dihubungi, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: 2 Produsen Otomotif India Terima Ratusan Ribu Unit Mobil untuk Kopdes Agrinas

Dia menilai kebijakan tersebut berpotensi mencerabut mata pencaharian pekerja di pabrik otomotif. Selain tenaga kerja di lini produksi, pelaku usaha bengkel perbaikan hingga penyedia suku cadang juga diperkirakan ikut terdampak.

Berdasarkan kajian Celios, langkah impor tersebut berpotensi menggerus Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp39,29 triliun. Dampak lanjutan yang diproyeksikan antara lain kehilangan pendapatan masyarakat sebesar Rp39,05 triliun serta potensi hilangnya sekitar 330 ribu lapangan pekerjaan.

Huda juga mengingatkan bahwa kebijakan tersebut dapat menekan Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur, khususnya industri otomotif. Menurut dia, apabila pengadaan kendaraan mengutamakan produsen dalam negeri, aktivitas produksi dalam skala besar akan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian.

Read Entire Article
Prestasi | | | |