loading...
Dominasi Dolar AS sebagai mata uang utama perdagangan minyak dunia berada di ambang kehancuran. Foto/Dok
JAKARTA - Dominasi dolar AS s ebagai mata uang utama perdagangan minyak dunia berada di ambang kehancuran. Uni Emirat Arab (UEA) secara mengejutkan memberikan peringatan keras kepada Departemen Keuangan Amerika Serikat bahwa mereka mungkin akan terpaksa beralih ke yuan China dalam perdagangan minyak mentah.
Langkah berani ini dilaporkan oleh Wall Street Journal (WSJ) sebagai respons atas krisis likuiditas dolar yang kian mencekik akibat dampak ekonomi berkepanjangan dari perang AS melawan Iran di Timur Tengah.
Gubernur Bank Sentral UEA, Khaled Mohamed Balama menyampaikan ancaman implisit tersebut dalam pertemuan dengan Sekretaris Tresuri AS, Scott Bessent, di Washington pekan lalu. Baca Juga: Petrodolar Tergerus, 20% Transaksi Minyak Global Beralih ke Mata Uang Lokal
Abu Dhabi disebut membutuhkan sokongan finansial (financial backstop) dari AS untuk mencegah krisis likuiditas. Jika Washington gagal memberikan jaminan tersebut, UEA tidak punya pilihan selain menggunakan Yuan untuk menjaga stabilitas arus kas mereka.


















































