Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer

5 hours ago 10

loading...

AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer. FOTO/ VIET

NEWS YORK - Keterlambatan produksi B-21 Raider dan keunggulan muatannya sebesar 57 ton memaksa Pentagon untuk menghabiskan ratusan juta dolar untuk merombak pesawat B-1B yang disimpan di tempat khusus.

Angkatan Udara AS melakukan langkah strategis yang patut diperhatikan dengan mengaktifkan kembali pesawat pembom supersonik B-1B Lancer dari "kuburan pesawat".

Meskipun dulunya dianggap sebagai warisan usang dari Perang Dingin, ratusan juta dolar kini diinvestasikan untuk merombak dan mengganti komponen guna mempertahankan kemampuan pencegahan jarak jauhnya.

Dirancang pada tahun 1970-an dan 1980-an, B-1B Lancer memiliki desain sayap sapuan variabel yang khas, memungkinkannya terbang dengan kecepatan subsonik (Mach 0,92) pada ketinggian yang sangat rendah untuk menghindari radar musuh.

Namun, pengoperasian yang berkepanjangan di dekat permukaan tanah menciptakan tekanan mekanis yang sangat besar pada badan pesawat, mengurangi masa pakainya dan menyebabkan banyak kerusakan teknis.

Setelah Perang Dingin berakhir, B-1B beralih dari peran pencegahan nuklir strategis ke misi pengeboman taktis. Di medan perang seperti Irak dan Afghanistan, pesawat ini menjadi sistem "artileri terbang" dengan muatan bom dan amunisi yang sangat besar, mampu menghancurkan target skala besar dalam satu kali serangan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |