Amazon dan Google Didesak Dampak Ungkap Lingkungan Terkait Pusat Data

5 hours ago 6

loading...

Amazon dan Google Didesak Ungkap Lingkungan Terkait Pusat Data. FOTO/ DAILY

LONDON - Proyek pusat data skala besar Amazon, Google, dan Microsoft menghadapi tekanan untuk secara publik mengungkapkan data tentang konsumsi sumber daya di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak lingkungan dan masyarakat.

Perusahaan-perusahaan raksasa teknologi termasuk Amazon, Microsoft, dan Alphabet (perusahaan induk Google) menghadapi tekanan yang semakin besar dari para pemegang saham terkait dampak lingkungan dari pusat data mereka.

Sebelumnya, beberapa proyek bernilai miliaran dolar terpaksa menghentikan pembangunan karena penentangan keras dari masyarakat setempat.

Kini, para investor menuntut transparansi yang lebih besar terkait data konsumsi listrik dan air di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur AI.

Andrea Ranger, seorang direktur di Trillium Asset Management, mengatakan bahwa dia telah meminta Alphabet untuk mengklarifikasi peta jalan mereka dalam mencapai tujuan iklim.

Meskipun Alphabet berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga setengahnya pada tahun 2030, angka aktualnya justru meningkat sebesar 51%, sehingga membuat investor ragu tentang implementasi rencana tersebut.

Sementara itu, Green Century Capital Management juga sedang berdiskusi dengan Nvidia untuk memastikan bahwa manfaat jangka pendek dari AI tidak membahayakan risiko iklim dan keuangan jangka panjang.

Konsumsi air juga menjadi penyebab kekhawatiran serius. Menurut data dari Mordor Intelligence, pusat data di Amerika Utara akan mengonsumsi hampir 1 triliun liter air pada tahun 2025, setara dengan kebutuhan air tahunan Kota New York.

Read Entire Article
Prestasi | | | |