Amran Ungkap Ada Perusahaan Beras Raup Untung Tak Wajar Rp2 Triliun Setiap Bulan

2 hours ago 7

loading...

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik penipuan mutu beras yang melibatkan empat grup perusahaan besar. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Pertanian ( Mentan ) Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik penipuan mutu beras yang melibatkan empat grup perusahaan besar. Aksi manipulasi kualitas beras tersebut diperkirakan mengeruk keuntungan ilegal hingga triliunan rupiah dan memicu kerugian konsumen.

Sistem kecurangan terstruktur ini diungkap setelah pengujian laboratorium menunjukkan adanya dugaan manipulasi mutu beras skala besar di tingkat produsen. Amran menegaskan bahwa perolehan angka fantastis oleh empat grup perusahaan tersebut sebagai kejahatan ekonomi yang merugikan masyarakat.

"Ada satu grup, itu untungnya Rp2 triliun. Nah kita hitung, ini jadi bukan keuntungan, ya, ini penipuan, perampokan yang hitungan Rp98 triliun," kata Amran.

Pengusutan mengungkap bahwa estimasi kerugian konsumen yang mencapai rentang Rp98 triliun, bersumber dari pergerakan empat grup korporasi besar atau bukan sekadar empat unit pabrik penggilingan. Dari kalkulasi pembagian pasar tersebut, satu grup korporasi mampu mengantongi hingga Rp2,08 triliun per bulan atau setara Rp24 triliun per tahun.

Baca Juga: Terungkap Ada 212 Merek Beras Tak Sesuai Standar Mutu dan Takaran

"Empat grup ya, bukan empat pabrik. Empat grup ini, dibagi 100 triliun (omzetnya), 25 kan? 25 dibagi 12, Rp2,08 triliun. Salah satu nilainya 2 triliun (hanya satu grup korporasi). Ada yang kecil (dapat keuntungan," kata Amran.

Read Entire Article
Prestasi | | | |