loading...
Gen Beta adalah generasi pertama yang tumbuh dengan teknologi AI. Foto/NDTV
JAKARTA - Anak yang lahir tahun 2026 termasuk dalam Generasi Beta (Gen Beta).Kelompok ini merupakan generasi pertama yang sepenuhnya tumbuh di era teknologi AI dan digital imersif. Merekan akan belajar lebih cepat dengan bantuan AI, namun juga menghadapi tantangan keseimbangan dunia digital dan nyata.
Generasi Beta akan menjadi generasi ketujuh sejak generasi mulai diberi nama pada tahun 1901, setelah Generasi Terhebat. Penamaan generasi ering kali dibentuk oleh peristiwa besar, teknologi, dan transformasi sosial, pengalaman bersama ini memengaruhi sikap, nilai, dan perilaku setiap generasi.
Dalam wawancara dengan " Good Morning America ," Heather Dretsch, asisten profesor pemasaran di North Carolina State University, menunjuk pada lonjakan minat seputar riset generasi karena perusahaan berlomba untuk memahami bagaimana generasi yang berbeda berinteraksi dengan merek dan dunia.
Baca Juga : Soft Saving, Cara Baru Gen Z Menabung Tanpa Stres dan Tetap Bisa Menikmati Hidup
"Sangat penting bagi bisnis untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen ini," ujarnya seperti dikutip ABCnews. Ia juga menggarisbawahi perlunya merek untuk selalu selangkah lebih maju dari tren antargenerasi.
Generasi Beta terdiri dari mereka yang lahir antara tahun 2025 dan 2039, dan diperkirakan akan menjadi generasi yang dicirikan oleh integrasi teknologi yang signifikan dan apresiasi yang kuat terhadap keragaman, menurut futuris Mark McCrindle.
Ketimbang generasi sebelumnya, Gen Beta diprediksi lebih melek teknologi. Teknologi jadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup. Bahkan Gen Beta bisa mengalami era integrasi teknologi.













































