loading...
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dulu kompak satu barisan seperti bersaudara. Sekarang menjadi rival di berbagai kepentingan, termasuk di Yaman. Foto/The Telegraph
RIYADH - Serangan udara Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi terhadap apa yang mereka sebut sebagai pengiriman senjata dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk kelompok separtais di Yaman pada hari Selasa menandai eskalasi paling signifikan antara Riyadh dan Abu Dhabi hingga saat ini.
Dahulu sebagai dua pilar keamanan regional, kedua raksasa Teluk ini kini memiliki perbedaan kepentingan dalam segala hal, mulai dari kuota minyak hingga pengaruh geopolitik.
Baca Juga: Arab Saudi Ungkap Detail Pengeboman di Yaman, Memaksa Pasukan UEA Mundur
Timeline Arab Saudi-UEA, dari Saudara Menjadi Rival
Tahun 2011
Saat gerakan Arab Spring menyebar, keduanya membentuk front persatuan melawan gerakan Islamis. Mereka mengerahkan pasukan gabungan ke Bahrain untuk memadamkan pemberontakan dan mengoordinasikan dukungan untuk kudeta militer terhadap pemerintah Ikhwanul Muslimin di Mesir pada tahun 2013.



















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402145/original/057654400_1762239077-Depositphotos_615787560_XL.jpg)

























