AS Gunakan Teknologi Ini untuk Menyelamatkan Pilot F-15E di Iran

2 weeks ago 22

loading...

Bangkai pesawat F-15E di Iran. FOTO/ The Guradian

TEHERAN - Operasi pencarian skala besar AS telah diluncurkan jauh ke dalam wilayah Iran setelah sebuah jet tempur F-15E ditembak jatuh dan pilot Amerika tersebut bersembunyi.

Menurut para pejabat AS dan sejumlah media berita internasional, ini dianggap sebagai salah satu misi operasi khusus paling kompleks dan berisiko dalam sejarah militer AS.

Segera setelah F-15E terkena tembakan Iran dan jatuh di wilayah Iran, kedua awak pesawat terpaksa terjun payung. Salah satu dari mereka diselamatkan beberapa jam kemudian. Yang lainnya – seorang petugas sistem senjata (WSO) – terluka dan terjebak di pegunungan terjal di barat daya Iran.

Pilot tersebut menggunakan keterampilan bertahan hidup SERE (Survival; Evasion; Resistance; and Escape), bersembunyi di medan berbatu dan menjaga komunikasi melalui pelacak darurat.

Data lokasi waktu nyata dari perangkat ini menjadi elemen kunci dalam membantu militer AS mengembangkan rencana penyelamatan.

Operasi tersebut dengan cepat berubah menjadi perlombaan melawan waktu. Sementara AS mengerahkan pasukan pencarian dan penyelamatan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara bersamaan meluncurkan pencarian terhadap pilot tersebut.

Kedua pihak bergerak mendekati area yang sama. AS menggunakan serangan udara untuk mencegah konvoi Iran mendekat, menciptakan koridor aman untuk operasi tersebut. Seorang pejabat menggambarkannya sebagai "rentetan tembakan hebat" yang bertujuan untuk memutus jalur akses musuh.

Sementara itu, sistem intelijen multidisiplin—termasuk satelit, pengawasan elektronik, dan keamanan siber—terus memperbarui lokasi target ke pusat komando di Washington, tempat Presiden Donald Trump memantau perkembangan dengan cermat.

Salah satu faktor penentu adalah kampanye pengalihan perhatian yang dilancarkan oleh CIA.

Read Entire Article
Prestasi | | | |